Skip to main content
Edukasi Trading3 min read

5 Risiko Trading yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Mulai (Jangan Sampai Nyesal!)

Trading memang bisa menghasilkan profit, tapi kalau kamu tidak paham risikonya, bisa-bisa modal habis dalam hitungan menit. Ini 5 risiko yang wajib kamu tahu.

C

Chief Admin

Published 11 Februari 2026

5 Risiko Trading yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Mulai (Jangan Sampai Nyesal!)

"Gue untung 10 juta dalam sehari dari trading!" — Pasti kamu sering denger kalimat kayak gini di sosmed. Tapi yang jarang diceritain? Yang rugi 50 juta dalam seminggu. Atau yang kena margin call sampai modal habis total.

Trading itu real, profitnya real, tapi risikonya juga real. Dan kalau kamu mau serius di dunia ini, kamu HARUS paham dulu risikonya sebelum buru-buru deposit. Ini dia 5 risiko trading yang wajib kamu tahu.

1. Risiko Kehilangan Modal (Capital Loss)

Ini yang paling basic tapi paling sering diabaikan. Dalam trading, kamu bisa kehilangan sebagian atau bahkan SELURUH modal yang kamu investasikan. Berbeda dengan deposito yang dijamin LPS, uang yang kamu taruh di akun trading tidak ada jaminannya.

Makanya, aturan pertama: jangan pernah trading pakai uang yang kamu tidak siap kehilangan. Serius. Uang SPP anak, cicilan rumah, dana darurat — jangan sentuh.

2. Risiko Leverage (Pedang Bermata Dua)

Leverage itu fitur yang memungkinkan kamu trading dengan modal lebih besar dari yang kamu punya. Kedengarannya enak kan? Tapi ini juga berarti kerugian kamu bisa berlipat ganda.

Contoh: dengan leverage 1:100, modal $100 kamu bisa kontrol posisi senilai $10,000. Kalau market bergerak 1% sesuai prediksi, kamu untung $100 (100% dari modal). Tapi kalau bergerak 1% melawan posisi, modal kamu habis. Sesimpel itu.

3. Risiko Volatilitas Market

Harga gold bisa bergerak $50-100 per ounce dalam sehari. Forex bisa swing ratusan pips saat ada berita besar. Volatilitas ini yang bikin trading menarik, tapi juga yang bikin banyak trader bangkrut.

Terutama saat ada rilis data ekonomi penting seperti NFP (Non-Farm Payroll), keputusan suku bunga The Fed, atau kejadian geopolitik mendadak — harga bisa lompat drastis dalam hitungan detik.

4. Risiko Psikologis (Emosi = Musuh Terbesar)

Ini risiko yang paling sering diremehkan tapi paling sering jadi penyebab kebangkrutan. Serakah saat profit, panik saat rugi, revenge trading setelah loss — semua ini perilaku emosional yang bisa hancurkan akun kamu.

Trader yang sukses bukan yang paling pintar analisa, tapi yang paling disiplin mengendalikan emosi. Ini bukan klise — ini fakta yang sudah terbukti berkali-kali.

5. Risiko Memilih Platform yang Salah

Banyak banget platform trading ilegal yang beredar di Indonesia. Mereka janjiin profit fantastis, bonus besar, tapi ujung-ujungnya kabur bawa duit nasabah. Ini risiko non-market yang sangat nyata.

Solusinya? Selalu pastikan platform atau tempat belajar trading kamu terdaftar di BAPPEBTI. Cek legalitasnya di website resmi bappebti.go.id sebelum setor uang apapun.

Lalu Gimana Caranya Minimalkan Risiko?

Kabar baiknya, semua risiko di atas bisa diminimalkan dengan edukasi yang tepat dan money management yang disiplin. Beberapa tips:

  • Belajar dari mentor yang berlisensi WPA (bukan dari "guru" sosmed yang tidak jelas latar belakangnya)
  • Gunakan stop loss di setiap posisi trading
  • Jangan pernah risiko lebih dari 2% modal per trade
  • Mulai dari akun demo sebelum pakai uang sungguhan
  • Punya trading plan yang jelas dan disiplin mengikutinya

Di Trident Trading Academy, kami mengajarkan bukan cuma cara mencari profit, tapi yang lebih penting: cara melindungi modal kamu. Karena trader yang bertahan lama bukan yang paling banyak profit, tapi yang paling baik mengelola risikonya.

risiko tradingpemulaedukasimoney managementmargin call

Siap Tingkatkan Skill Trading?

Bergabung dengan ribuan trader yang sudah berkembang bersama Trident Academy