Skip to main content
Edukasi Trading3 min read

Kenapa 90% Trader Gold Selalu Rugi? Ini 7 Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan

Statistik menunjukkan mayoritas trader gold berakhir rugi. Bukan karena market-nya yang salah, tapi karena 7 kesalahan fatal ini yang terus diulang.

C

Chief Admin

Published 11 Februari 2026

Kenapa 90% Trader Gold Selalu Rugi? Ini 7 Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan

Kamu pasti pernah denger statistik ini: sekitar 90% trader retail berakhir merugi. Khususnya di pasar gold (emas) yang terkenal volatil, angka ini bahkan bisa lebih tinggi. Tapi kenapa sih? Apakah trading gold memang mustahil untuk profit?

Jawabannya: tidak. Banyak trader yang konsisten profit dari gold. Bedanya? Mereka tidak melakukan 7 kesalahan fatal yang akan kita bahas di bawah ini.

1. Trading Tanpa Plan (Alias Nebak-Nebak Buah Manggis)

Kesalahan paling umum: buka posisi karena "feeling", ikut-ikutan sinyal dari grup, atau lihat chart terus langsung klik buy/sell tanpa analisa. Ini bukan trading — ini judi dengan bungkus yang lebih keren.

Trader yang profit punya trading plan yang jelas: kapan entry, kapan exit, berapa risikonya, dan kenapa mengambil posisi itu. Tanpa plan, kamu cuma gambling.

2. Over-Leverage (Serakah dari Awal)

Gold bergerak sangat volatile — $30-50 per hari itu hal biasa. Kalau kamu pakai leverage terlalu besar, pergerakan kecil aja bisa wipe out akun kamu. Banyak pemula yang pakai lot terlalu besar karena pengen cepat kaya, tapi malah cepat bangkrut.

3. Tidak Pasang Stop Loss

"Nanti juga balik" — kalimat terakhir sebelum margin call. Banyak trader yang menolak pasang stop loss karena takut kena SL, tapi justru membiarkan kerugian membesar sampai tidak tertolong.

Stop loss bukan musuh kamu. Stop loss adalah asuransi jiwa akun trading kamu.

4. Revenge Trading (Balas Dendam ke Market)

Habis loss, langsung buka posisi lagi dengan lot lebih besar buat "balikin" kerugian. Ini namanya revenge trading, dan ini salah satu cara tercepat untuk menghabiskan akun. Market tidak peduli dengan perasaan kamu — dia bergerak sesuai supply-demand, bukan emosi kamu.

5. Pakai Terlalu Banyak Indikator

Chart penuh warna-warni dengan 10 indikator berbeda, tapi tetap bingung mau ambil keputusan apa. Ini namanya analysis paralysis. Terlalu banyak indikator justru membuat sinyal saling bertentangan dan kamu semakin tidak yakin.

Trader profesional justru menggunakan metode yang simpel. Di Trident, teknik Gold Hack menggunakan konsep kotak-kotak tanpa indikator tambahan — simpel tapi powerful.

6. Tidak Paham Fundamental Gold

Trading gold tanpa paham apa yang menggerakkan harganya itu seperti nyetir mobil dengan mata tertutup. Harga gold dipengaruhi oleh suku bunga The Fed, data inflasi, geopolitik, kekuatan dollar, dan permintaan bank sentral. Kalau kamu tidak paham faktor-faktor ini, kamu trading buta.

7. Belajar dari Sumber yang Salah

Belajar trading dari akun Instagram yang pamer screenshot profit? Ikut grup Telegram yang jual sinyal? Beli course dari "mentor" yang bahkan tidak punya izin WPA? Ini resep menuju kerugian.

Belajar dari sumber yang salah bukan cuma membuang uang, tapi juga membangun kebiasaan trading yang buruk yang sulit diubah.

Solusinya? Belajar yang Benar dari Awal

Semua kesalahan di atas sebenarnya bisa dihindari kalau kamu belajar dari awal dengan benar. Pilih tempat belajar yang legal (terdaftar BAPPEBTI), belajar dari mentor yang bersertifikat WPA, dan fokus pada money management sebelum mengejar profit.

Di Trident Trading Academy, kami mengajarkan cara trading gold yang simpel, terstruktur, dan yang paling penting: anti margin call. Karena tujuan utama trading bukan mengejar profit sebesar-besarnya, tapi konsistensi jangka panjang.

gold tradingkesalahan tradertips tradingmargin callpsikologi trading

Siap Tingkatkan Skill Trading?

Bergabung dengan ribuan trader yang sudah berkembang bersama Trident Academy