Trump Umumkan Tarif 39% untuk Emas Impor: Apa Dampaknya ke Pasar Gold Global?
Kebijakan tarif 39% untuk emas impor yang diumumkan Trump mengguncang pasar. Simak analisis dampaknya dan peluang trading yang muncul.
Chief Admin
Published 11 Februari 2026


Agustus 2025, dunia keuangan kembali dikejutkan oleh kebijakan kontroversial Presiden Donald Trump: tarif 39% untuk emas batangan impor berukuran 100 ounce ke atas. Kebijakan ini langsung mengirim gelombang kejut ke pasar gold global.
Tapi apa sebenarnya yang terjadi? Dan bagaimana dampaknya bagi kamu sebagai trader gold di Indonesia?
Konteks: Perang Dagang Trump 2.0
Sejak kembali menjabat, Trump agresif menerapkan tarif impor. Di awal 2025, tarif 25% sudah diterapkan untuk impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk China. Pada April 2025 ("Liberation Day"), tarif resiprokal lebih luas diumumkan.
Tarif 39% untuk emas impor ini dilihat banyak analis sebagai bagian dari strategi lebih besar — ada yang menyebutnya "revenue grab", ada juga yang melihatnya sebagai langkah menuju revaluasi emas AS.
Dampak Langsung ke Harga Gold
Dampaknya paradoksal: meski tarif seharusnya mengurangi permintaan emas di AS, harga gold justru melonjak. Kenapa? Karena ketidakpastian kebijakan itu sendiri yang mendorong investor global mencari safe-haven. Dan safe-haven nomor satu? Emas.
Selain itu, tarif ini mempercepat tren bank sentral non-AS untuk menambah cadangan emas mereka sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian kebijakan AS.
Dampak ke Pasar Futures
Yang lebih menarik, tarif ini menciptakan spread yang signifikan antara harga gold fisik dan futures. Trader berpengalaman bisa memanfaatkan selisih harga ini untuk strategi arbitrase. Volatilitas juga meningkat drastis, memberikan peluang lebih banyak bagi scalper dan day trader.
Apa yang Harus Dilakukan Trader?
Di tengah volatilitas tinggi akibat kebijakan tarif, beberapa tips untuk trader gold:
- Perketat money management — volatilitas tinggi = risiko tinggi
- Pantau jadwal rilis kebijakan tarif dan data ekonomi AS
- Manfaatkan tren jangka panjang yang masih bullish
- Jangan counter-trend tanpa alasan fundamental yang kuat
Era perang dagang Trump 2.0 adalah era yang penuh peluang bagi trader gold yang siap. Kuncinya: tetap update dengan berita global, punya strategi yang teruji, dan disiplin dalam money management.
Related articles

Prediksi Harga Emas 2026: Wells Fargo Targetkan $6,300, Saatnya Beli?
Bank-bank besar kompak targetkan harga emas $6,000+ di 2026. Wells Fargo paling bullish dengan target $6,300. Simak analisis lengkap dan apa yang harus dilakukan trader.

BRICS vs Dollar: Bagaimana De-Dollarisasi Dorong Harga Emas ke Rekor Baru
Negara-negara BRICS gencar mengurangi ketergantungan pada dollar AS dan beralih ke emas. Tren de-dollarisasi ini jadi salah satu pendorong utama rally emas 2025-2026.

Bank Sentral Dunia Borong 863 Ton Emas di 2025: Sinyal Apa Ini?
Bank sentral seluruh dunia membeli 863 ton emas di 2025. Polandia, Kazakhstan, dan China memimpin pembelian. Ini sinyal besar untuk pasar gold.
Siap Tingkatkan Skill Trading?
Bergabung dengan ribuan trader yang sudah berkembang bersama Trident Academy